Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan aturan paylater yang lebih ketat, termasuk batas usia minimal 18 tahun dan penghasilan minimal Rp3 juta per bulan. Tujuannya mencegah pengguna terjebak utang yang tidak sanggup dibayar.

Panduan ini merangkum isi aturan paylater sejauh yang diberitakan, kapan berlaku, dan langkah merapikan tagihan sebelum aturan baru diterapkan.

Isi aturan paylater dari OJK

Paylater, atau *buy now pay later* (BNPL), adalah fasilitas belanja sekarang dan bayar belakangan. Layanan ini disediakan perusahaan pembiayaan, bank, maupun platform pinjaman daring yang terdaftar di OJK.

Menurut Bisnis.com, OJK mengatur batas usia dan penghasilan pengguna paylater untuk memperkuat kualitas pembiayaan. Dua syarat utamanya adalah usia minimal 18 tahun dan penghasilan minimal Rp3 juta per bulan.

OJK juga menerbitkan Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK) Nomor 2 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan BNPL oleh perusahaan pembiayaan. Selain itu, OJK berencana membatasi jumlah akun paylater yang boleh dimiliki satu debitur, seperti dilaporkan Pasardana.

Aturan ini menyasar pemberi pembiayaan, bukan hanya pengguna. Penyedia wajib menilai kemampuan bayar calon pengguna sebelum memberi limit, misalnya lewat data penghasilan dan riwayat kredit. Dengan begitu, limit yang diberikan diharapkan lebih sesuai dengan kemampuan bayar.

Kapan aturan paylater berlaku

Informasi tanggal berlaku berbeda di beberapa sumber. Fortune IDN menyebut syarat usia dan penghasilan berlaku pada 2027.

Laporan ANTARA atas pernyataan OJK menyebut ketentuan berlaku paling lambat 1 Januari 2027 untuk penerimaan nasabah baru dan perpanjangan pembiayaan. Artinya, pengguna yang mengajukan atau memperpanjang fasilitas setelah tanggal itu perlu memenuhi syarat baru.

Karena ada perbedaan, pegangan paling aman adalah pengumuman resmi OJK dan pemberitahuan dari penyedia paylater yang Anda pakai. Biasanya penyedia mengirim pemberitahuan lewat aplikasi atau surel sebelum ketentuan baru diterapkan.

Mengapa OJK memperketat paylater

Kualitas pembiayaan paylater sedang tertekan. Rasio pembiayaan bermasalah atau *non performing financing* (NPF) paylater di industri naik dari 2,99% pada April 2026 menjadi 3,44% pada Mei 2026, menurut Pasardana.

Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak pengguna yang terlambat atau gagal membayar. Kemudahan mendaftar tanpa syarat penghasilan membuat sebagian pengguna berutang melebihi kemampuan.

OJK menyebut aturan baru dimaksudkan untuk mengantisipasi jebakan utang. Batas penghasilan diharapkan memastikan pengguna punya sumber dana untuk membayar cicilan.

Batas utang yang sehat

Aturan OJK memberi batas bawah, tetapi kesehatan keuangan Anda perlu batas sendiri. Patokan yang umum dipakai perencana keuangan adalah total cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan bersih.

Contoh batas cicilan sehat per bulan (angka ilustrasi)
Penghasilan bersihBatas cicilan 30%Contoh komposisi
Rp3.000.000Rp900.000Paylater Rp300.000 + cicilan motor Rp600.000
Rp5.000.000Rp1.500.000Paylater Rp400.000 + cicilan lain Rp1.100.000
Rp8.000.000Rp2.400.000Paylater Rp500.000 + KPR Rp1.900.000

Batas itu mencakup semua cicilan, bukan hanya paylater. Bila total cicilan sudah dekat dengan batas, tunda pembelian baru sampai sebagian utang lunas.

Langkah merapikan tagihan paylater

Mulailah dengan mendaftar semua akun paylater yang Anda punya, termasuk yang jarang dipakai. Catat limit, sisa tagihan, tanggal jatuh tempo, dan bunga atau biaya per bulan.

  1. Lunasi lebih dulu tagihan dengan bunga atau denda tertinggi.
  2. Tutup akun yang tidak dipakai agar tidak tergoda menggunakannya.
  3. Turunkan limit di aplikasi bila tersedia fitur pengaturan limit.
  4. Pasang pengingat sehari sebelum jatuh tempo.
  5. Hindari membayar paylater dengan paylater lain atau pinjaman baru.

Bila tagihan sudah menumpuk, hubungi penyedia untuk menanyakan opsi keringanan sebelum menunggak lama. Penyedia resmi umumnya punya prosedur restrukturisasi untuk nasabah yang beritikad baik.

Penyusunan ulang anggaran juga membantu. Panduan menjaga anggaran gaji saat inflasi berisi langkah sederhana memisahkan pos kebutuhan dan keinginan.

Cek riwayat kredit di SLIK OJK

Tagihan paylater dari lembaga yang terdaftar di OJK dilaporkan ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Riwayat ini dibaca bank saat Anda mengajukan kredit, termasuk KPR.

Anda bisa mengecek riwayat kredit sendiri secara gratis lewat layanan iDebKu di situs OJK. Siapkan KTP dan swafoto untuk verifikasi. Bila ada data yang keliru, ajukan koreksi ke lembaga yang melaporkannya.

Tunggakan kecil sekalipun bisa memengaruhi penilaian bank. Bila berencana mengajukan KPR, simak juga dampak suku bunga di artikel BI-Rate Oktober 2026.

Aturan OJK hanya melindungi Anda bila penyedianya resmi. Penyedia ilegal tidak tunduk pada batas biaya dan sering memakai cara penagihan yang melanggar hukum.

Cek status penyedia di daftar resmi OJK sebelum mendaftar. Caranya dibahas lengkap di artikel cara cek platform keuangan legal.

Waspadai juga tawaran "pelunasan paylater" dari pihak tak dikenal yang meminta transfer ke rekening pribadi. Bila sudah telanjur menjadi korban, ikuti langkah di panduan melapor penipuan transfer.

Paylater, kartu kredit, dan pinjaman daring: apa bedanya

Ketiganya sama-sama utang, tetapi cara kerjanya berbeda. Memahami bedanya membantu Anda memilih fasilitas yang paling sesuai, atau memutuskan tidak berutang sama sekali.

Perbandingan umum fasilitas utang konsumtif (gambaran umum; sumber: ketentuan produk tiap penyedia berbeda)
FasilitasCara pakaiHal yang perlu dicek
PaylaterBelanja di aplikasi atau toko mitra, bayar dicicilBiaya layanan, denda, jumlah akun
Kartu kreditBelanja di banyak tempat, tagihan bulananBunga bila tidak lunas, iuran tahunan
Pinjaman daringUang tunai masuk rekeningTotal biaya, legalitas penyedia, cara penagihan

Apa pun bentuknya, utang konsumtif sebaiknya dipakai untuk kebutuhan yang jelas dan sudah dianggarkan. Hindari memakai satu fasilitas untuk menutup tagihan fasilitas lain.

Bila belum memenuhi syarat penghasilan

Bagi yang penghasilannya di bawah Rp3 juta atau belum berusia 18 tahun, aturan baru bisa berarti tidak lagi bisa membuka paylater baru. Ini bisa dilihat sebagai perlindungan, bukan hambatan.

Bangun kebiasaan menabung lebih dulu untuk pembelian yang direncanakan. Menyisihkan sedikit setiap minggu sering lebih ringan daripada membayar cicilan plus biaya.

Bila kebutuhannya mendesak, seperti biaya kesehatan, cari dulu pilihan tanpa bunga, misalnya bantuan keluarga, koperasi tempat kerja, atau program pemerintah. Utang berbunga sebaiknya menjadi pilihan terakhir.

Kesalahan umum pengguna paylater

Kesalahan pertama adalah memakai paylater untuk kebutuhan rutin seperti makan atau pulsa setiap hari. Utang kecil yang berulang lebih sulit dikendalikan daripada satu pembelian besar.

Kesalahan kedua adalah hanya melihat cicilan per bulan tanpa menghitung total biaya. Bandingkan harga tunai dengan total yang dibayar setelah biaya dan bunga.

Kesalahan ketiga adalah menganggap batas limit sebagai kemampuan bayar. Limit ditentukan penyedia, sedangkan kemampuan bayar ditentukan penghasilan dan kebutuhan Anda.

Kesalahan keempat adalah membiarkan notifikasi promo menentukan belanja. Matikan notifikasi promo paylater bila Anda sering tergoda membeli barang yang tidak direncanakan.

Kesalahan kelima adalah mengabaikan tanggal jatuh tempo karena nominalnya kecil. Denda keterlambatan dan catatan buruk di SLIK bisa lebih mahal daripada cicilannya sendiri.

Aturan baru OJK akan membuat paylater lebih selektif. Gunakan waktu sebelum aturan berlaku untuk merapikan tagihan, agar fasilitas ini tetap menjadi alat bantu, bukan sumber masalah.