Ketika emiten mengumumkan rights issue, setiap pemegang saham mendapat hak untuk membeli saham baru dalam jumlah dan harga tertentu. Hak ini punya tenggat, dan keputusan yang diambil terburu-buru bisa merugikan.

Hak itu disebut HMETD, dan nilainya bisa hangus bila tidak ditebus atau dijual sebelum tenggat. Ada lima hal yang perlu diperiksa sebelum memutuskan.

Apa itu rights issue dan hak pemegang saham

Rights issue adalah penambahan modal dengan menerbitkan saham baru yang ditawarkan lebih dulu kepada pemegang saham lama. Hak untuk membeli saham baru itu disebut hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Jumlah HMETD yang Anda terima sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki pada tanggal pencatatan. Pemegang saham bisa memilih menebus HMETD, menjualnya di bursa, atau membiarkannya.

Aksi korporasi ini cukup sering terjadi. Bursa Efek Indonesia mencatat 15 emiten telah menerbitkan rights issue dengan nilai total Rp10,69 triliun hingga 17 Juli 2026, seperti dilaporkan Infobanknews.

1. Periksa jadwal dan tenggat penggunaan hak

Jadwal rights issue memuat beberapa tanggal penting. Setiap tanggal menentukan apa yang masih bisa Anda lakukan.

Tanggal penting dalam jadwal rights issue (gambaran umum; sumber: prospektus emiten)
TanggalArtinya
Cum dateHari terakhir membeli saham agar berhak atas HMETD
Ex dateSaham diperdagangkan tanpa hak HMETD
Recording dateTanggal pencatatan pemegang saham yang berhak
Periode perdagangan HMETDHMETD bisa dijual atau dibeli di bursa
Periode pelaksanaanHMETD bisa ditebus menjadi saham baru

Tenggat terpenting adalah akhir periode pelaksanaan. HMETD yang tidak ditebus atau dijual sampai batas itu akan hangus tanpa nilai.

Perusahaan efek biasanya mengirim pemberitahuan, tetapi jangan bergantung sepenuhnya. Catat sendiri tanggalnya dari prospektus atau keterbukaan informasi emiten.

Bila Anda membeli saham setelah cum date, Anda tidak mendapat HMETD dari emiten. Namun, Anda tetap bisa membeli HMETD dari investor lain selama periode perdagangan bila ingin ikut menebus saham baru.

Perhatikan juga hari libur bursa. Jadwal dihitung berdasarkan hari bursa, sehingga tenggat bisa terasa lebih cepat bila ada libur nasional di tengah periode.

2. Pahami rasio dan harga pelaksanaan

Rasio menunjukkan berapa HMETD yang diterima untuk setiap jumlah saham lama. Misalnya rasio 2:1 berarti setiap 2 saham lama mendapat 1 HMETD, dan setiap HMETD bisa ditebus menjadi 1 saham baru.

Harga pelaksanaan adalah harga yang dibayar untuk setiap saham baru. Harga ini sering lebih rendah daripada harga pasar agar menarik.

Setelah rights issue, harga saham biasanya menyesuaikan. Perkiraan harga teoretis setelah aksi ini bisa dihitung dengan contoh berikut.

Contoh perhitungan harga teoretis setelah rights issue (angka ilustrasi)
KomponenNilai
Harga saham sebelum ex dateRp1.000
Harga pelaksanaanRp500
Rasio1 saham lama : 1 HMETD
Harga teoretis setelah rights issue(Rp1.000 + Rp500) ÷ 2 = Rp750

Contoh ini menunjukkan harga pelaksanaan yang murah tidak otomatis berarti untung. Nilai kepemilikan Anda bergantung pada harga setelah penyesuaian dan kinerja perusahaan selanjutnya.

3. Baca tujuan penggunaan dana dalam prospektus

Prospektus wajib menjelaskan untuk apa dana rights issue dipakai. Bagian ini sering menjadi petunjuk paling penting tentang arah perusahaan.

Dana untuk ekspansi usaha atau pembelian aset produktif berbeda maknanya dengan dana untuk membayar utang. Keduanya bisa wajar, tetapi risiko dan dampaknya ke kinerja berbeda.

Perhatikan juga apakah ada pembeli siaga, yaitu pihak yang berkomitmen membeli saham baru yang tidak ditebus pemegang saham lain. Keberadaan pembeli siaga membuat dana yang terkumpul lebih pasti.

Cek pula apakah pemegang saham pengendali akan menebus haknya. Informasi ini biasanya tercantum dalam prospektus.

Bandingkan pula besar dana yang dihimpun dengan ukuran perusahaan. Rights issue yang nilainya jauh lebih besar daripada nilai pasar perusahaan menandakan perubahan besar, misalnya akuisisi atau restrukturisasi utang, yang perlu dipelajari lebih teliti.

4. Hitung dampak dilusi pada kepemilikan Anda

Dilusi terjadi ketika jumlah saham perusahaan bertambah, sementara jumlah saham Anda tetap. Persentase kepemilikan Anda pun mengecil.

Contoh dilusi kepemilikan (angka ilustrasi)
SkenarioSaham AndaTotal saham perusahaanPersentase kepemilikan
Sebelum rights issue1.00010.00010%
Menebus seluruh HMETD (rasio 1:1)2.00020.00010%
Tidak menebus HMETD1.00020.0005%

Bila tidak ingin atau tidak mampu menebus, menjual HMETD di periode perdagangan bisa mengurangi kerugian akibat dilusi. Bandingkan harga HMETD di bursa dengan selisih harga pasar dan harga pelaksanaan.

Cara menebus atau menjual HMETD

Proses penebusan dilakukan lewat perusahaan efek tempat saham Anda disimpan. Pada periode pelaksanaan, siapkan dana di rekening dana investor sebesar jumlah HMETD dikalikan harga pelaksanaan.

  1. Cek jumlah HMETD yang sudah masuk ke rekening efek setelah tanggal distribusi.
  2. Pastikan dana untuk menebus sudah tersedia sebelum batas waktu.
  3. Ajukan penebusan lewat aplikasi atau formulir dari perusahaan efek.
  4. Tunggu saham baru tercatat di rekening efek sesuai jadwal di prospektus.

Bila memilih menjual, lakukan selama periode perdagangan HMETD seperti menjual saham biasa. Harga HMETD bergerak mengikuti selisih harga saham dan harga pelaksanaan, sehingga bisa naik atau turun setiap hari.

Perhatikan juga biaya transaksi. Untuk jumlah HMETD yang sangat kecil, biaya menjual bisa lebih besar daripada nilai yang diterima.

Ada pula opsi memesan saham tambahan bila prospektus menyediakannya. Saham tambahan berasal dari HMETD yang tidak ditebus pemegang saham lain, dan pembagiannya mengikuti ketentuan emiten.

5. Risiko yang perlu dipahami

Risiko pertama adalah harga saham turun setelah rights issue. Penambahan saham yang beredar sering menekan harga, terutama bila pasar meragukan penggunaan dananya.

Risiko kedua adalah hak hangus. Investor yang lupa tenggat kehilangan nilai HMETD sepenuhnya.

Risiko ketiga adalah kebutuhan dana tambahan. Menebus HMETD membutuhkan uang tunai, dan memakai dana darurat atau utang untuk menebus bisa membebani keuangan pribadi.

Risiko keempat adalah informasi yang tidak lengkap. Jangan mengambil keputusan hanya dari rumor di media sosial. Baca keterbukaan informasi resmi emiten dan prospektusnya.

Sumber edukasi dari perusahaan sekuritas dapat membantu memahami mekanismenya, tetapi ingat bahwa mereka juga memiliki kepentingan komersial.

Pajak dan pencatatan

Saham baru hasil penebusan HMETD dicatat dengan harga perolehan sebesar harga pelaksanaan. Catat tanggal dan nilai penebusan untuk keperluan pelaporan harta di SPT Tahunan.

Penjualan HMETD di bursa dikenai biaya dan pajak transaksi seperti penjualan saham. Rincian biaya bisa dilihat di konfirmasi transaksi dari perusahaan efek.

Daftar periksa sebelum tenggat

Gunakan daftar ini sebelum memutuskan:

  • Sudah mencatat periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD.
  • Sudah menghitung jumlah HMETD dan dana yang dibutuhkan untuk menebus.
  • Sudah membaca tujuan penggunaan dana di prospektus.
  • Sudah menghitung dilusi bila tidak menebus.
  • Sudah memastikan dana yang dipakai bukan dana darurat.

Kondisi pasar yang sedang tertekan juga perlu diperhitungkan. Simak artikel net sell asing dan artinya bagi investor ritel dan demutualisasi bursa efek untuk konteks pasar yang lebih luas.

Pastikan pula perusahaan efek tempat Anda bertransaksi berizin. Gunakan langkah di cara cek platform keuangan legal.

Begitu emiten mengumumkan rights issue, catat tanggal terakhir pelaksanaan HMETD di kalender Anda dan baca prospektusnya sebelum tanggal itu.