Harga daging sapi dan cabai rawit dilaporkan melonjak pada 20 Oktober 2026, sehingga belanja dapur hemat jadi tantangan baru bagi banyak keluarga. Kabar baiknya, beberapa bahan lain seperti ayam dan minyak goreng justru melemah, jadi masih ada ruang untuk mengatur ulang belanja.

1. Cek harga resmi sebelum ke pasar

Angka harga yang beredar bisa berbeda jauh. Pada 20 Oktober, Liputan6 mencatat daging sapi Rp200.000 per kg, sedangkan BITV mencatat Rp152.600, keduanya mengutip PIHPS.

Karena itu, cek PIHPS Nasional untuk provinsi Anda sebelum belanja. Dengan patokan harga, Anda lebih mudah menawar atau memilih pedagang. Penjelasan perbedaan angka ada di harga pangan naik: daging sapi dan cabai.

2. Ganti sebagian protein dengan pilihan lain

Bila daging sapi sedang mahal, alihkan sebagian menu ke ayam, telur, ikan, tahu, atau tempe. BITV melaporkan harga ayam melemah pada 20 Oktober.

Tidak perlu mengganti semuanya. Mengurangi frekuensi daging sapi dari tiga kali menjadi sekali seminggu, atau mencampurnya dengan sayur dan kentang dalam satu masakan, sudah mengurangi pengeluaran tanpa mengubah kebiasaan makan secara drastis.

3. Simpan cabai supaya tidak terbuang

Cabai cepat busuk, sehingga membeli banyak saat mahal bisa berujung boros. Beli secukupnya untuk beberapa hari, pilih yang segar, dan buang tangkai yang mulai busuk.

Simpan dalam wadah kering dan tertutup di lemari es. Bila ingin lebih awet, cabai bisa dihaluskan lalu dibekukan dalam porsi kecil untuk sambal atau bumbu. Untuk rasa pedas, cabai merah besar yang harganya justru turun menurut Liputan6 bisa jadi campuran.

4. Susun menu mingguan

Menu mingguan membantu belanja sesuai kebutuhan, bukan selera sesaat. Tulis menu tujuh hari, hitung bahan yang dibutuhkan, lalu belanja sekali atau dua kali seminggu.

Cara ini juga mengurangi sisa makanan dan perjalanan ke pasar yang tidak perlu, sehingga ongkos transportasi ikut berkurang. Siapkan daftar belanja tertulis dan patuhi selama di pasar. Bahan yang sama, misalnya bawang dan cabai, bisa dipakai untuk beberapa masakan sekaligus. Kebiasaan mencatat pengeluaran yang kami bahas di inflasi September dan cara menjaga anggaran bisa diterapkan di sini.

5. Siapkan anggaran dapur Nataru

Menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan pangan biasanya bertambah. Pisahkan anggaran khusus untuk acara keluarga sejak sekarang, agar belanja dapur harian tidak terganggu. Bahan kering yang tahan lama, seperti beras, gula, dan minyak goreng, bisa dicicil dibeli saat harganya sedang turun.

Bila keluarga Anda termasuk penerima bantuan, cek statusnya lewat panduan cek penerima bansos beras.

Kesalahan saat belanja dapur hemat

  • Memborong saat panik. Membeli banyak bahan cepat busuk saat harga tinggi justru menambah risiko terbuang.
  • Hanya membandingkan satu tempat. Harga di pasar tradisional, warung, dan toko modern bisa berbeda.
  • Lupa bahan yang sedang turun. Perhatikan juga komoditas yang melemah agar menu tetap bervariasi.

Belanja hemat bukan berarti makan seadanya. Tujuannya mengatur ulang pilihan agar gizi keluarga tetap terjaga sementara pengeluaran tidak membengkak.

Mulailah minggu ini dengan satu langkah: catat harga lima bahan utama di tempat belanja Anda dan bandingkan dengan PIHPS.