Harga pangan kembali jadi sorotan setelah data PIHPS Nasional pada 20 Oktober 2026 mencatat daging sapi Rp200.000 per kg dan cabai rawit merah Rp187.500 per kg. Namun angka yang beredar berbeda jauh antarlaporan, sehingga perlu dibaca hati-hati.
Data harga pangan terbaru
Liputan6, mengutip PIHPS Nasional, mencatat sejumlah kenaikan besar dibanding sehari sebelumnya. Daging sapi naik dari Rp159.250 menjadi Rp200.000 per kg, dan cabai rawit merah dari Rp119.250 menjadi Rp187.500 per kg.
| Komoditas | 19 Oktober | 20 Oktober | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Daging sapi | Rp159.250 | Rp200.000 | +25,6% |
| Cabai rawit merah | Rp119.250 | Rp187.500 | +57,2% |
| Cabai rawit hijau | Rp62.600 | Rp123.750 | +97,7% |
| Cabai merah keriting | Rp126.400 | Rp167.500 | +32,5% |
| Bawang merah | Rp43.800 | Rp62.500 | +42,7% |
| Bawang putih | Rp41.600 | Rp55.000 | +32,2% |
| Cabai merah besar | Rp54.350 | Rp50.000 | -8,0% |
Tidak semua naik. Cabai merah besar justru turun, dan BITV melaporkan harga ayam serta minyak goreng melemah pada hari yang sama.
Kenapa angka antarsumber berbeda
BITV, yang juga mengutip PIHPS Nasional dengan data pukul 07.58 WIB pada hari yang sama, mencatat angka berbeda. Cabai rawit merah Rp103.950 per kg, turun 1,24%, dan daging sapi kualitas I Rp152.600 per kg.
Selisihnya besar untuk dua laporan yang mengutip sumber data yang sama: sekitar Rp84.000 untuk cabai rawit merah dan Rp47.000 untuk daging sapi. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Data harian bisa diambil pada jam berbeda, saat jumlah pasar yang sudah melapor belum sama. Angka awal hari juga bisa berubah setelah laporan lain masuk.
Data beberapa hari sebelumnya membantu memberi gambaran. Pada 16 Oktober, PIHPS mencatat rata-rata nasional cabai rawit merah Rp104.250 per kg, menurut Suara.com. Artinya, cabai rawit memang sudah mahal, di atas Rp100.000, sebelum lonjakan yang dilaporkan pada 20 Oktober.
Cara paling aman adalah mengecek langsung PIHPS Nasional atau Panel Harga Badan Pangan Nasional untuk provinsi Anda, dan melihat tren beberapa hari, bukan satu angka.
Cara membaca data PIHPS sendiri
PIHPS menyajikan harga per komoditas, per provinsi, dan per jenis pasar. Beberapa langkah sederhana membantu mendapat gambaran yang lebih tepat:
- Pilih komoditas dan provinsi tempat Anda berbelanja, karena harga di tiap daerah bisa berbeda jauh dari rata-rata nasional.
- Pilih jenis pasar, misalnya pasar tradisional atau pasar modern, sesuai tempat belanja Anda.
- Lihat rentang tujuh hari atau sebulan, bukan hanya angka satu hari.
- Bandingkan dengan Panel Harga Badan Pangan Nasional untuk komoditas yang sama.
Bila dua sumber menunjukkan arah yang sama selama beberapa hari, kenaikannya lebih bisa dipercaya daripada lonjakan satu hari di satu laporan.
Penyebab kenaikan belum dijelaskan resmi
Hingga 20 Oktober 2026 malam, kami belum menemukan penjelasan resmi dari pemerintah soal lonjakan harga daging sapi dan cabai ini. Laporan-laporan yang kami periksa hanya mencatat angka tanpa menyebut penyebab.
Secara umum, harga cabai dan bawang dikenal sangat dipengaruhi cuaca dan musim panen, karena pasokannya cepat rusak dan sulit disimpan lama. Harga daging sapi lebih dipengaruhi pasokan sapi dan impor. Namun faktor mana yang berperan kali ini belum bisa dipastikan, dan kami tidak ingin menebak.
Dampak bagi rumah tangga dan inflasi
Bagi rumah tangga, cabai dan bawang adalah belanja harian yang sulit dihindari. Kenaikan beberapa puluh persen terasa langsung di anggaran dapur, terutama bagi keluarga dan usaha makanan kecil yang memakainya setiap hari.
Kenaikan harga pangan bergejolak juga ikut memengaruhi inflasi. Data inflasi Oktober akan diumumkan Badan Pusat Statistik pada awal November, dan akan menunjukkan apakah lonjakan ini bertahan sepanjang bulan. Cara menjaga anggaran saat harga naik kami bahas di inflasi September dan cara menjaga anggaran.
Tekanan harga juga datang dari rupiah yang melemah, terutama untuk barang berbahan impor. Kaitannya ada di rupiah melemah, barang apa yang naik.
Yang perlu dipantau
- Pergerakan harga harian di PIHPS dan Panel Harga Bapanas beberapa hari ke depan, untuk memastikan apakah lonjakan 20 Oktober bertahan.
- Penjelasan resmi pemerintah soal pasokan daging sapi dan cabai.
- Rilis inflasi Oktober oleh BPS pada awal November.
- Kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru, yang biasanya menambah permintaan pangan.
Program bantuan dan stimulus akhir tahun yang bisa meringankan pengeluaran rumah tangga kami rangkum di stimulus ekonomi akhir tahun.



