Bank Indonesia menahan BI-Rate di 5,75% pada 21 Oktober 2026, tetapi menaikkan suku bunga Deposit Facility dari 4,75% menjadi 5,00%. Banyak penabung bertanya: apakah Deposit Facility yang naik berarti bunga deposito di bank juga akan naik?

Apa itu Deposit Facility

Deposit Facility adalah fasilitas bagi bank untuk menempatkan kelebihan dana di Bank Indonesia dalam jangka sangat pendek, biasanya semalam. Untuk penempatan itu, BI membayar bunga sebesar suku bunga Deposit Facility.

Karena bank selalu bisa menaruh dana di BI dengan bunga ini, bank umumnya enggan meminjamkan dana ke bank lain dengan bunga lebih rendah. Itu sebabnya Deposit Facility menjadi batas bawah bunga pasar uang antarbank.

Kebalikannya adalah Lending Facility, yaitu bunga yang dikenakan BI bila bank meminjam dana jangka pendek darinya. Angka ini menjadi batas atas.

Koridor suku bunga BI setelah RDG Oktober

Menurut Bisnis.com, Gubernur BI Destry Damayanti mengumumkan BI-Rate tetap 5,75%, Lending Facility tetap 6,50%, dan Deposit Facility naik menjadi 5,00%.

Koridor suku bunga BI (sumber: Bisnis.com untuk Oktober; RDG September via pemberitaan sebelumnya)
Suku bungaSeptember 2026Oktober 2026
Deposit Facility4,75%5,00%
BI-Rate5,75%5,75%
Lending Facility6,50%6,50%

Dengan begitu, jarak antara batas bawah dan bunga acuan menyempit dari 100 menjadi 75 basis poin. BI menyebut kebijakannya diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal, menurut CNN Indonesia.

Kenapa batas bawah dinaikkan

BI tidak merinci alasan khusus kenaikan Deposit Facility dalam pemberitaan yang kami periksa. Kenaikan ini diumumkan bersama paket untuk menarik dana asing dan menstabilkan rupiah, termasuk insentif lindung nilai DNDF.

Secara umum, menaikkan batas bawah koridor membuat bank mendapat imbal hasil lebih tinggi saat memarkir kelebihan dana di BI. Langkah ini bisa menjaga bunga pasar uang tidak turun terlalu jauh, terutama ketika likuiditas bank bertambah akibat penurunan GWM.

Dengan cara ini, BI bisa melonggarkan likuiditas untuk penyaluran kredit, tanpa membuat bunga jangka pendek rupiah jatuh dan aset rupiah kehilangan daya tarik.

Pengaruh ke bunga deposito dan tabungan

Secara teori, batas bawah yang lebih tinggi bisa mengangkat bunga pasar uang antarbank. Bila biaya dana bank naik, bunga deposito bisa ikut menyesuaikan, terutama untuk nominal besar yang bunganya biasa dinegosiasikan.

Namun dalam rapat yang sama, BI memangkas giro wajib minimum (GWM) bank konvensional dari 9% menjadi 8% pada 1 November dan 7% pada 1 Desember 2026, menurut CNBC Indonesia. Dana bank yang sebelumnya harus diparkir di BI kini bisa dipakai, sehingga kebutuhan bank untuk menarik deposito baru bisa berkurang.

Dua kebijakan ini bergerak ke arah berbeda. Karena itu, perubahan bunga deposito kemungkinan berbeda antarbank dan tidak terjadi serentak. Bunga tabungan biasa umumnya jauh lebih jarang berubah dibanding bunga deposito.

Contoh hitungan bunga deposito

Berikut ilustrasi untuk menunjukkan seberapa besar selisih bunga berpengaruh. Angkanya rekaan, bukan penawaran bank tertentu.

Bunga bersih deposito Rp50 juta selama 12 bulan (ilustrasi, pajak bunga 20%)
Bunga per tahunBunga kotorBunga bersih setelah pajak
4,00%Rp2.000.000Rp1.600.000
4,25%Rp2.125.000Rp1.700.000

Kenaikan 0,25 poin persentase pada dana Rp50 juta hanya menambah sekitar Rp100.000 per tahun setelah pajak. Selisih ini bisa habis oleh penalti bila deposito dicairkan sebelum jatuh tempo.

Deposito atau reksa dana pasar uang

Reksa dana pasar uang menempatkan dana pada deposito dan surat utang jangka pendek. Imbal hasilnya cenderung bergerak mengikuti bunga pasar uang, sehingga perubahan koridor suku bunga BI biasanya lebih cepat terasa di sini dibanding deposito berjangka panjang.

Bedanya, imbal hasil reksa dana pasar uang tidak dijamin dan bisa berubah setiap hari, sedangkan bunga deposito tetap selama tenornya. Perbandingan lengkap keduanya ada di reksa dana pasar uang atau deposito.

Pilihan lain untuk dana jangka menengah adalah SBN ritel. Cara kerjanya kami jelaskan di cara kerja sukuk tabungan. Ringkasan keputusan BI lainnya ada di BI-Rate Oktober ditahan 5,75%.

Risiko yang perlu diperhitungkan

Mengejar selisih kecil. Memindahkan dana antarbank atau antarproduk demi tambahan bunga tipis bisa memakan biaya transfer, penalti, atau waktu dana menganggur.

Melupakan batas penjaminan. Simpanan di bank dijamin LPS hingga batas nilai dan tingkat bunga tertentu. Bunga deposito yang jauh di atas tingkat bunga penjaminan bisa membuat simpanan tidak dijamin.

Salah mengira produk dijamin. Reksa dana pasar uang tidak dijamin LPS dan nilainya bisa turun, meski risikonya relatif rendah.

Mengabaikan inflasi. Bunga bersih yang lebih rendah dari inflasi berarti daya beli dana Anda tetap tergerus.

Cara mengecek bunga penjaminan LPS

Tingkat bunga penjaminan diumumkan Lembaga Penjamin Simpanan dan dievaluasi berkala. Angka terbaru bisa dicek di situs resmi LPS, terpisah untuk bank umum dan BPR.

Bandingkan bunga deposito yang ditawarkan bank dengan angka tersebut. Bila bunga yang Anda terima lebih tinggi, tanyakan ke bank apakah simpanan Anda masih termasuk dijamin. Pastikan juga nama Anda tercatat sebagai pemilik rekening dan transaksi tercatat di pembukuan bank.

Bila dana Anda untuk dana darurat

Untuk dana darurat, kemudahan dicairkan lebih penting daripada selisih bunga kecil. Deposito dengan tenor panjang bisa kena penalti bila dicairkan mendadak, sementara tabungan atau reksa dana pasar uang lebih fleksibel.

Banyak orang membagi dana darurat ke dua tempat: sebagian di tabungan untuk kebutuhan mendadak, sebagian lagi di produk dengan imbal hasil sedikit lebih tinggi yang tetap mudah dicairkan.

Langkah paling sederhana: cek bunga deposito bank Anda saat jatuh tempo berikutnya, dan bandingkan dengan tingkat bunga penjaminan LPS sebelum memperpanjang.