Bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00% pada 16 September 2026. Ini kenaikan pertama sejak 2023 dan langsung terasa di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dampaknya tidak berhenti di pasar keuangan. Rupiah, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), dan pada akhirnya bunga cicilan bisa ikut terpengaruh.

Keputusan suku bunga The Fed September 2026

Keputusan diambil secara bulat, 12 lawan 0, dalam rapat yang dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh. Kenaikan ini mengakhiri masa penahanan suku bunga sejak pemangkasan terakhir pada Desember 2025, menurut Investor Trust.

The Fed juga memperbarui proyeksinya. Median proyeksi suku bunga akhir 2026 naik ke 4,1% dari 3,8% pada proyeksi Juni. Artinya, para pejabat The Fed membuka peluang satu kenaikan lagi sebelum akhir tahun.

Alasan utamanya adalah inflasi yang belum turun sesuai harapan. Proyeksi inflasi PCE, ukuran inflasi yang dipantau The Fed, untuk 2026 dinaikkan ke 3,7%. Di sisi lain, ekonomi AS dinilai masih tumbuh dengan laju yang solid, sehingga The Fed merasa punya ruang untuk mengetatkan kebijakan.

Mengapa keputusan di AS terasa sampai Indonesia

Dolar AS adalah mata uang utama dunia untuk perdagangan dan investasi. Ketika bunga di AS naik, aset dalam dolar seperti obligasi pemerintah AS menjadi lebih menarik bagi investor global.

Sebagian investor lalu memindahkan dana dari negara berkembang ke aset dolar. Arus keluar ini meningkatkan permintaan dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, selisih bunga antara Indonesia dan AS menyempit. Selisih yang lebih kecil membuat aset rupiah relatif kurang menarik dibanding sebelumnya, kecuali ada kompensasi dari sisi lain, seperti prospek ekonomi yang membaik.

Dampak ke Indonesia: rupiah

Rupiah melemah 0,27% ke Rp17.744 per dolar AS sehari setelah keputusan The Fed, menurut Investor Trust. Mata uang Asia lain, seperti won Korea Selatan dan ringgit Malaysia, juga melemah.

Tekanan berlanjut hingga Oktober. Rupiah berada di sekitar Rp17.903 per dolar AS pada 14 Oktober 2026, menurut Media Indonesia, dengan pasar menunggu rilis data inflasi AS. Pelemahan rupiah juga dipengaruhi faktor lain, seperti harga minyak yang tinggi.

Barang apa saja yang paling cepat terdampak kami petakan dalam rupiah melemah dan harga barang.

Dampak ke imbal hasil SBN dan obligasi

Imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di 7,14% pada 17 September, relatif stabil dalam sebulan. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,98%, mendekati 5%.

Akibatnya, selisih imbal hasil SBN dan obligasi AS menyempit dari 231,8 basis poin pada awal September menjadi sekitar 216 basis poin. Selisih yang menyempit membuat SBN kurang menarik bagi investor asing.

Bila tekanan berlanjut, imbal hasil SBN bisa naik agar tetap menarik. Bagi investor baru, imbal hasil yang lebih tinggi bisa berarti kupon lebih besar pada penerbitan berikutnya. Bagi pemegang obligasi yang sudah ada, kenaikan imbal hasil berarti harga obligasinya turun bila dijual sebelum jatuh tempo.

Bagi pemegang SBN ritel seperti SBR015, yang tidak dapat diperdagangkan, pergerakan harga pasar ini tidak berdampak langsung karena dana dikembalikan penuh saat jatuh tempo.

Ringkasan angka penting setelah keputusan The Fed (sumber: Investor Trust dan Media Indonesia)
IndikatorAngkaTanggal
Fed Funds Rate3,75-4,00%16 September 2026
BI-Rate5,75%Sejak Juni 2026
Selisih BI-Rate dan FedSekitar 175 basis poinSeptember 2026
Imbal hasil SBN 10 tahun7,14%17 September 2026
Imbal hasil obligasi AS 10 tahun4,98%17 September 2026
Rupiah per dolar ASRp17.90314 Oktober 2026

Pilihan kebijakan Bank Indonesia

BI-Rate berada di 5,75% sejak Juni 2026, setelah dinaikkan total 100 basis poin pada Mei-Juni. Dengan kenaikan The Fed, selisih BI-Rate terhadap suku bunga AS menyempit dari sekitar 200 menjadi 175 basis poin.

Bank Indonesia punya beberapa alat sebelum menaikkan suku bunga. Intervensi di pasar valuta asing dan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) biasanya menjadi lini pertahanan pertama karena bisa dilakukan cepat.

Pandangan ekonom terbelah. Sebagian memperkirakan BI menahan suku bunga. Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan BI-Rate bisa mencapai 6,25% pada akhir tahun, menurut Investor Trust.

Keputusan BI berikutnya akan diumumkan setelah Rapat Dewan Gubernur 20-21 Oktober 2026. Tiga skenario keputusannya dan dampaknya ke cicilan ada di BI-Rate Oktober 2026.

Apa artinya bagi cicilan dan tabungan

Kenaikan suku bunga The Fed tidak langsung mengubah cicilan di Indonesia. Bank di dalam negeri mengikuti BI-Rate dan biaya dana masing-masing, bukan suku bunga AS secara langsung.

Namun, bila BI akhirnya menaikkan suku bunga, bunga kredit berbunga mengambang seperti KPR dan kredit usaha bisa ikut naik pada jadwal penyesuaian berikutnya. Periksa perjanjian kredit Anda untuk mengetahui kapan bunga disesuaikan.

Di sisi tabungan, bunga deposito dan imbal hasil instrumen pasar uang cenderung bertahan tinggi. Ini bisa menguntungkan penabung, tetapi tetap perlu dibandingkan dengan inflasi.

Bagi yang berencana membeli barang impor atau bepergian ke luar negeri, rupiah yang lemah membuat biaya lebih mahal. Pertimbangkan waktu pembelian dan siapkan anggaran lebih longgar.

Risiko yang perlu diperhatikan

Risiko terbesar adalah bila The Fed menaikkan suku bunga lagi pada kuartal keempat. Kenaikan tambahan bisa memicu arus keluar dana dari SBN dan saham, sehingga rupiah tertekan lebih dalam.

Risiko lain datang dari harga minyak dunia yang tinggi. Harga energi yang mahal menambah kebutuhan dolar untuk impor dan menekan neraca transaksi berjalan. Jalurnya kami uraikan dalam harga minyak dunia dan Indonesia.

Sebaliknya, bila data inflasi AS melunak, tekanan bisa mereda. Pasar akan membaca setiap rilis data AS untuk menebak langkah The Fed berikutnya.

Yang perlu dipantau berikutnya

  • Rilis inflasi konsumen AS pada 14 Oktober 2026 waktu setempat.
  • Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21 Oktober 2026.
  • Rapat kebijakan The Fed berikutnya dan perubahan proyeksi suku bunganya.
  • Pergerakan rupiah dan arus dana asing di pasar SBN dan saham.

Buka perjanjian kredit Anda hari ini dan cari tanggal penyesuaian bunga berikutnya, supaya Anda tahu kapan keputusan BI 21 Oktober bisa mulai terasa di cicilan.