IHSG turun 11,57% dalam sehari pada 16 Oktober 2026 dan ditutup di 5.185,11. Menurut data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia, IHSG anjlok sedalam ini terakhir terjadi pada Januari 1998, di tengah krisis moneter.
Penurunan harian terdalam sejak 1998
Penurunan 16 Oktober lebih dalam dibanding hari terburuk saat krisis keuangan global 2008, ketika IHSG turun 10,38% dalam sehari pada 8 Oktober 2008. Yang lebih dalam hanya 8 Januari 1998, dengan penurunan 11,95% menurut Refinitiv. Metro TV mencatat angka sedikit berbeda untuk tanggal yang sama, yaitu 11,88%.
Pada hari itu, hampir semua sektor melemah, dan IHSG menyentuh level terendah dalam enam tahun terakhir, menurut Investor Trust. Pemicunya usulan MSCI menurunkan status pasar Indonesia, yang kronologinya kami uraikan dalam IHSG dihentikan 30 menit.
Perbandingan empat episode IHSG anjlok
Penurunan harian hanya satu sisi. Yang lebih menentukan adalah seberapa dalam indeks turun dari puncaknya dan berapa lama penurunan itu berlangsung.
| Episode | Pemicu | Dari level | Titik terendah | Penurunan |
|---|---|---|---|---|
| 1997-1998 | Krisis moneter Asia | 740,8 (Juli 1997) | 256,8 (September 1998) | Sekitar 65% |
| 2008 | Krisis keuangan global | Sekitar 2.830 (Januari 2008) | 1.111,39 (Oktober 2008) | Sekitar 61% |
| 2020 | Pandemi Covid-19 | Sekitar 6.300 (awal 2020) | 3.937,63 (24 Maret 2020) | Sekitar 37% |
| 2026 | Isu MSCI dan arus keluar dana asing | Sekitar 8.300 (akhir Januari 2026) | 5.185,11 (16 Oktober 2026) | Sekitar 38% |
Angka 2026 dihitung dari posisi IHSG akhir Januari 2026, saat indeks sudah turun setelah keputusan MSCI sebelumnya, bukan dari puncak tertingginya. Episode 2026 juga belum selesai, sehingga titik terendahnya belum bisa diketahui.
Berapa lama IHSG pulih (data, bukan prediksi)
1997-1998. Dari puncak 740,8 pada Juli 1997, IHSG baru kembali menembus level itu pada Januari 2004, menurut catatan ekonom FEB UI Budi Frensidy. Artinya, investor yang membeli di puncak menunggu sekitar enam setengah tahun untuk kembali ke harga beli indeks.
2008. Setelah menyentuh 1.111 pada Oktober 2008, IHSG pulih lebih cepat. Indeks melewati puncak awal 2008 pada 2010, sekitar dua tahun setelah titik terendah, didukung pemulihan harga komoditas dan arus dana ke negara berkembang.
2020. Setelah titik terendah 3.937 pada 24 Maret 2020, IHSG kembali di atas 6.000 pada akhir Desember 2020, menurut IDX Channel. Pemulihan ini termasuk yang tercepat, didorong stimulus besar di dalam dan luar negeri.
Ketiganya menunjukkan pola yang sama: titik terendah sering datang beberapa minggu atau bulan setelah hari terburuk, bukan pada hari itu juga. Pada 2020, misalnya, titik terendah terjadi dua pekan setelah rangkaian *trading halt*. Riwayat penghentian perdagangan itu kami bahas dalam IHSG pernah dihentikan 10 kali.
Apa yang membedakan 2026
Pemicu episode 2026 berbeda dari tiga krisis sebelumnya. Krisis 1998 dan 2008 berawal dari masalah keuangan yang meluas, sementara 2020 dipicu guncangan kesehatan global. Ketiganya juga diikuti penurunan kinerja ekonomi secara luas.
Episode 2026 lebih banyak berkaitan dengan struktur pasar modal Indonesia sendiri: transparansi kepemilikan, porsi saham publik yang kecil, dan penegakan aturan yang dinilai belum efektif oleh MSCI. Perbaikan seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan stimulus, melainkan butuh waktu dan bukti yang konsisten. Keputusan final MSCI baru keluar paling lambat 30 Juni 2027.
Di sisi lain, data ekonomi tidak sedang runtuh seperti 1998. IMF bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan Indonesia 2026 menjadi 5,1% dalam laporan Oktober 2026. Perbedaan arah antara pasar saham dan ekonomi riil inilah yang membuat episode ini sulit dibandingkan langsung dengan krisis sebelumnya.
Risiko membaca sejarah sebagai jaminan
Lama pemulihan sangat berbeda. Dari sekitar sembilan bulan pada 2020 hingga lebih dari enam tahun pada 1998. Tidak ada angka rata-rata yang bisa dijadikan pegangan.
Indeks bukan portofolio Anda. Saham individual bisa pulih jauh lebih lambat dari IHSG, atau tidak pulih sama sekali bila perusahaannya bermasalah.
Titik terendah tidak bisa ditebak. Pada krisis sebelumnya, indeks masih turun setelah hari terburuk. Membeli besar-besaran karena merasa harga sudah paling murah sama berisikonya dengan menjual karena panik.
Pemicu yang berbeda butuh obat yang berbeda. Isu struktur pasar tidak otomatis selesai saat sentimen global membaik.
Pelajaran bagi investor ritel
Sejarah lebih berguna untuk menyiapkan diri daripada untuk menebak arah. Pastikan dana darurat terpisah dari saham, hindari utang untuk membeli saham, dan sesuaikan porsi saham dengan jangka waktu kebutuhan dana Anda.
Bila memegang reksa dana saham, langkah pengecekan setelah pasar jatuh kami rangkum dalam reksa dana saham setelah IHSG anjlok. Ringkasan pergerakan pekan lalu ada di Bursa Sepekan.
Sebelum pasar dibuka besok, tuliskan kapan Anda benar-benar membutuhkan dana yang ada di saham; jawaban itu lebih menentukan langkah Anda daripada perbandingan sejarah mana pun.



