Pada 12-13 Oktober 2026, Bursa Efek Indonesia menambah 19 saham ke daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi dan mengeluarkan 2 saham, sehingga totalnya menjadi 83 saham, menurut Bisnis.com. Daftar saham HSC ini makin penting setelah MSCI menyoroti kepemilikan saham Indonesia yang terkonsentrasi.
Apa itu daftar HSC
HSC adalah singkatan dari *High Shareholding Concentration*. Daftarnya diumumkan bersama oleh BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk saham yang kepemilikannya dinilai terkumpul pada segelintir pihak.
Daftar pertama terbit pada 2 April 2026. Saat itu isinya belasan saham, termasuk beberapa saham berkapitalisasi besar. Kebijakan ini mengadopsi praktik bursa Hong Kong, menurut BEI.
Penting dicatat, BEI menegaskan masuk daftar HSC bukan sanksi dan bukan tanda pelanggaran. Tujuannya transparansi: memberi tahu investor bahwa sebagian besar saham sebuah perusahaan dipegang oleh sedikit pihak, sehingga harga dan likuiditasnya bisa berperilaku berbeda dari saham lain.
Cara BEI dan KSEI menentukan saham HSC
Penentuan dilakukan komite khusus yang terdiri dari BEI dan KSEI, menurut Bisnis.com. Prosesnya melalui tiga tahap:
- Faktor pemicu, misalnya volatilitas harga yang tinggi, temuan pengawasan, dan likuiditas.
- Pemeriksaan kepemilikan, untuk melihat seberapa terkumpul saham pada pemegang tertentu dan pihak yang terkait.
- Pengumuman, bila konsentrasi dinilai terbukti.
Sejak 31 Juli 2026, BEI menambah parameter *price impact ratio* untuk saham berkapitalisasi di atas Rp10 triliun sebagai penyaringan awal, menurut Investor Trust. Rasio ini membandingkan perubahan harga saham dengan kecepatan perputaran sahamnya. Saham yang harganya bergerak besar padahal jarang berpindah tangan akan lebih mudah tersaring.
BEI tidak membuka metodologi perhitungan lengkapnya. Alasannya, bila rumusnya dibuka, pihak tertentu bisa mengatur kepemilikan agar lolos dari kriteria.
Kenapa daftarnya terus bertambah
Jumlah saham HSC naik dari belasan saham pada awal kuartal kedua menjadi 83 saham pada pertengahan Oktober. Ada beberapa faktor yang bisa menjelaskan:
- Kriteria baru. Parameter *price impact ratio* sejak Juli membuat lebih banyak saham besar ikut tersaring.
- Pemeriksaan berkala. Komite mengevaluasi daftar secara rutin, sehingga saham baru masuk dan saham yang membaik bisa keluar.
- Tekanan untuk transparan. Setelah MSCI menyoroti struktur kepemilikan, otoritas memperluas keterbukaan, termasuk data pemegang saham di atas 1%.
Pada 16 Oktober 2026, OJK menyebut pengumuman HSC sebagai salah satu reformasi yang diakui MSCI, meski MSCI menilai penegakannya belum efektif, menurut Investor Trust.
Hubungan HSC, free float, dan MSCI
Konsentrasi kepemilikan berkaitan erat dengan *free float*, yaitu porsi saham yang benar-benar beredar di publik. Bila sebagian besar saham dipegang pengendali dan pihak terkait, porsi yang bisa diperdagangkan bebas menjadi kecil. Penjelasan lengkapnya ada di free float.
Dalam beberapa kasus yang diberitakan, kendali agregat pemegang saham pada saham HSC mencapai lebih dari 98%. Artinya, kurang dari 2% saham yang benar-benar berada di tangan investor lain.
MSCI menghitung bobot saham dalam indeksnya dari saham yang bisa diperdagangkan. Konsentrasi kepemilikan yang tinggi dan tidak transparan menjadi salah satu alasan MSCI mengusulkan Indonesia diturunkan menjadi *standalone market*, seperti yang kami bahas dalam IHSG dihentikan 30 menit. Dampaknya ke dana yang mengikuti indeks kami uraikan dalam dana pasif dan ETF.
Contoh: kenapa konsentrasi memengaruhi harga (angka ilustrasi)
Bayangkan dua saham dengan nilai pasar sama, Rp20 triliun. Saham A dipegang publik 40%, sedangkan saham B hanya 3% karena sisanya dikuasai pengendali dan pihak terkait.
| Keterangan | Saham A | Saham B |
|---|---|---|
| Nilai pasar | Rp20 triliun | Rp20 triliun |
| Porsi di tangan publik | 40% | 3% |
| Nilai saham yang beredar | Rp8 triliun | Rp600 miliar |
| Pembelian Rp30 miliar menyerap | ±0,4% saham beredar | 5% saham beredar |
Pembelian dengan nilai sama menyerap porsi saham beredar yang jauh lebih besar pada saham B. Akibatnya, harga saham B bisa naik tajam hanya karena sedikit transaksi, lalu turun sama tajamnya ketika ada penjualan. Pola inilah yang ingin ditangkap parameter *price impact ratio*: perubahan harga besar dengan perputaran saham yang kecil.
Bagi investor ritel, kenaikan harga yang cepat pada saham seperti B mudah disangka tanda kinerja membaik, padahal bisa jadi hanya cerminan pasokan saham yang sangat sedikit.
Cara mengecek saham HSC
- Buka situs BEI dan cari pengumuman daftar *High Shareholding Concentration* terbaru.
- Cocokkan kode saham yang Anda pegang dengan daftar tersebut.
- Buka laporan bulanan registrasi pemegang efek emiten itu untuk melihat porsi kepemilikan publik.
- Pantau pengumuman pemulihan, karena saham bisa keluar dari daftar setelah struktur kepemilikannya membaik.
Sebagian aplikasi sekuritas juga menampilkan informasi ini, tetapi rujukan utamanya tetap pengumuman resmi BEI dan KSEI.
Emiten yang masuk daftar dapat memperbaiki struktur kepemilikannya, antara lain dengan menjual kembali saham ke publik atau melakukan aksi korporasi lain. Setiap rencana seperti itu perlu dibaca dengan teliti, sama seperti membaca valuasi dengan PER dan PBV.
Risiko memegang saham dengan kepemilikan terkonsentrasi
Harga mudah bergerak tajam. Dengan sedikit saham yang beredar, transaksi kecil bisa menggerakkan harga jauh, ke atas maupun ke bawah.
Sulit menjual saat dibutuhkan. Likuiditas tipis membuat antrean jual bisa lama tidak terisi, terutama saat pasar jatuh.
Valuasi bisa menyesatkan. Nilai pasar yang besar belum tentu mencerminkan nilai yang bisa dijual investor publik, karena sebagian besar saham tidak beredar.
Risiko dari indeks. Saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi bisa dikeluarkan dari indeks global, sehingga dana yang mengikuti indeks harus menjual.
Pasokan saham baru. Saat pengendali menambah porsi publik untuk keluar dari daftar, pasokan saham di pasar bertambah dan bisa menekan harga.
Daftar HSC bukan sinyal beli atau jual. Gunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan, bersama kinerja keuangan dan tujuan investasi Anda sendiri.
Sebelum pasar dibuka Senin, cocokkan kode saham di portofolio Anda dengan daftar HSC terbaru di situs BEI.



