IHSG kehilangan 908,65 poin dalam lima hari, dari 6.093,76 pada 9 Oktober menjadi 5.185,11 pada Jumat 16 Oktober 2026. Penurunan IHSG sepekan sebesar 14,91% itu sebagian besar terjadi dalam satu hari: Jumat, saat usulan MSCI membuat indeks jatuh 678,67 poin.
IHSG sepekan dalam angka
| Hari | Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|
| Jumat, 9 Oktober (pekan lalu) | 6.093,76 | - |
| Senin, 12 Oktober | 5.936,15 | -2,59% |
| Selasa, 13 Oktober | 5.925,98 | -0,17% |
| Rabu, 14 Oktober | 5.943,02 | +0,29% |
| Kamis, 15 Oktober | 5.863,78 | -1,33% |
| Jumat, 16 Oktober | 5.185,11 | -11,57% |
Empat hari pertama sudah berat: indeks turun 3,77% hingga Kamis. Jumat menambah penurunan hampir tiga kali lipat dalam sehari. Pada hari itu, 812 saham turun dan hanya 11 yang naik, dengan nilai transaksi sekitar Rp26,38 triliun, menurut CNBC Indonesia.
Sebagai pembanding, pada pekan sebelumnya IHSG masih naik 0,94% dengan kapitalisasi pasar Rp10.701 triliun, menurut Pasardana.
Jumat: usulan MSCI dan trading halt
MSCI mengumumkan pada 15 Oktober 2026 usulan menurunkan Indonesia dari *emerging market* menjadi *standalone market*, dengan alasan transparansi kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, dan dugaan perdagangan terkoordinasi. Pada pembukaan Jumat, IHSG turun 8,01% sehingga BEI menghentikan perdagangan 30 menit. Setelah dibuka kembali, indeks terus melemah hingga ditutup turun 11,57%.
Ini masih usulan. Konsultasi berlangsung hingga 30 April 2027 dan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027. Kronologi lengkap, arti *standalone market*, serta tanggapan BEI dan OJK kami uraikan dalam IHSG dihentikan 30 menit.
Senin sampai Kamis: MSCI dan inflasi AS
Penurunan 2,59% pada Senin terjadi di semua sektor. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai tekanan datang dari aksi jual saham grup konglomerasi di tengah spekulasi evaluasi MSCI, menurut Investor Trust.
Pada Kamis, IHSG turun 1,33% mengikuti bursa Asia setelah inflasi AS September naik ke 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan, menurut Antara. Pasar khawatir The Fed menaikkan bunga lebih agresif. Jalur dampaknya ke rupiah dan cicilan kami jelaskan dalam suku bunga The Fed naik.
Sektor yang paling tertekan
Pada Jumat, sektor infrastruktur turun paling dalam, 14,3%, disusul bahan baku 13,3% dan kesehatan 13,1%, menurut CNBC Indonesia. Saham bank besar dan telekomunikasi menjadi pemberat utama indeks karena bobotnya besar.
Pada Kamis, sektor energi sempat menjadi yang terdalam dengan penurunan 5,88%. Pada Selasa, sebagian besar sektor sempat menguat sebelum kembali tertekan.
Arus dana asing
Investor asing mencatat jual bersih Rp3,3 triliun di seluruh pasar pada Jumat saja, dengan saham BBCA, BBRI, BMRI, dan ANTM paling banyak dilepas, menurut Investor.id. Akumulasi jual bersih asing sepanjang 2026 menjadi Rp88,19 triliun.
Pada 9 Oktober, akumulasi itu masih Rp84,99 triliun, menurut Katadata. Selisihnya menunjukkan jual bersih asing sekitar Rp3,2 triliun selama pekan ini. Hitungan ini dari dua laporan media, sehingga angka resmi sepekan dari BEI bisa sedikit berbeda.
Cara membaca data arus asing tanpa ikut panik kami bahas dalam net sell asing.
Artinya bagi investor ritel
Penurunan hampir 15% dalam sepekan terasa berat bagi investor mana pun. Namun, pemicu utamanya adalah usulan reklasifikasi yang keputusannya baru keluar paling lambat Juni 2027, bukan perubahan kinerja perusahaan yang sudah dilaporkan.
Laporan keuangan kuartal III emiten yang mulai terbit menjelang akhir Oktober tetap menjadi ukuran yang lebih kuat untuk menilai kondisi perusahaan dibanding pergerakan harga harian.
Risiko yang perlu dipantau
Volatilitas lanjutan. Selama masa konsultasi MSCI, setiap kabar soal klarifikasi BEI, reformasi OJK, atau tanggapan investor global bisa kembali menggerakkan pasar dengan tajam.
Arus modal dan rupiah. Jual bersih asing yang berlanjut bisa menekan rupiah, yang sudah berada di atas Rp18.000 per dolar AS pada Jumat pagi.
Suku bunga. Bila The Fed menaikkan bunga lagi, tekanan pada rupiah dan arus modal bisa bertambah, dan Bank Indonesia bisa ikut menahan atau menaikkan suku bunga.
Keputusan karena panik. Menjual atau membeli hanya karena pergerakan satu-dua hari berisiko lebih besar daripada pergerakan pasarnya sendiri.
Agenda pekan depan
- Pembukaan perdagangan Senin, 19 Oktober 2026, dan perkembangan klarifikasi BEI kepada MSCI.
- Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 20-21 Oktober 2026. Skenarionya ada di BI-Rate Oktober 2026.
- Laporan keuangan kuartal III emiten.
- Data resmi sepekan dari BEI dan arus dana asing harian.
Sebelum pasar dibuka Senin, periksa berapa persen portofolio Anda yang ada di saham dan pastikan dana untuk kebutuhan enam bulan ke depan tidak ikut di dalamnya.



