IHSG sepekan 26-30 Oktober 2026 sejauh ini tertekan: turun 1,22% pada Senin dan 1,99% pada Selasa, lalu naik tipis 0,31% ke 5.282,31 pada Rabu. Ini edisi berjalan Bursa Sepekan yang diperbarui setiap hari bursa dan dilengkapi setelah penutupan Jumat.
IHSG sepekan dalam angka
| Hari | Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|
| Jumat, 23 Oktober (pekan lalu) | 5.439,25 | - |
| Senin, 26 Oktober | 5.373,09 | -1,22% |
| Selasa, 27 Oktober | 5.266,13 | -1,99% |
| Rabu, 28 Oktober | 5.282,31 | +0,31% |
| Kamis, 29 Oktober | menunggu | - |
| Jumat, 30 Oktober | menunggu | - |
Pada Senin, 520 saham turun, 161 naik, dan 112 tidak bergerak, dengan nilai transaksi Rp14,93 triliun, menurut Infobank. IHSG sempat naik pada pagi hari sebelum berbalik melemah.
Pada Selasa, IHSG sempat turun lebih dari 3% menjelang penutupan sebelum ditutup melemah 1,99% ke 5.266,13, menurut CNBC Indonesia. Pada Rabu, IHSG berbalik naik 0,31% ke 5.282,31 meski 406 saham turun dan hanya 272 naik, menurut Kontan. ASII, BBCA, dan AMMN menjadi penguat teratas di LQ45.
Pekan sebelumnya, 19-23 Oktober, IHSG naik 4,90% dari 5.185,11 ke 5.439,25, menurut JournalArta. Rangkumannya ada di Bursa Sepekan 19-23 Oktober.
Peristiwa penting pekan ini
Rapat The Fed 27-28 Oktober. Investor bersikap menunggu keputusan bank sentral AS, yang diumumkan Kamis dini hari WIB. Penurunan Senin juga dikaitkan dengan kekhawatiran inflasi dan harga minyak yang tinggi, menurut Kompas.com. Pratinjaunya ada di rapat The Fed Oktober.
BEI mengubah cara pengawasan. Pada 26 Oktober, BEI dan OJK mengumumkan suspensi saham akan banyak diganti dengan pembekuan rekening efek yang diduga melanggar mulai awal November, dan batas keterbukaan kepemilikan diturunkan ke 1%. Penjelasannya ada di suspensi diganti pembekuan rekening efek.
Tenggat laporan keuangan kuartal III. Akhir Oktober adalah batas penyampaian laporan keuangan interim yang tidak diaudit. Cara membacanya ada di laporan keuangan kuartal III.
Arus dana asing
Pada pekan 19-23 Oktober, investor asing mencatat jual bersih sekitar Rp6,67 triliun meski IHSG naik, menurut JournalArta. Pada Senin, jual bersih asing dilaporkan sekitar Rp1,85 triliun hingga Rp2,03 triliun, tergantung sumber pemberitaan.
Pada Jumat, 23 Oktober, saham bank besar seperti BBCA dan BBRI termasuk yang paling banyak dilepas asing, menurut pemberitaan yang dirangkum JournalArta. Saham bank menjadi sorotan karena bobotnya besar dalam IHSG.
Pada Selasa, asing kembali mencatat jual bersih, tetapi pada Rabu berbalik mencatat beli bersih sekitar Rp664 miliar, dengan saham BBCA paling banyak dibeli, menurut Investor Trust. Satu hari beli bersih belum cukup untuk menyebut arus asing berbalik.
Angka sepekan akan dirangkum setelah penutupan Jumat. Data arus asing lebih berguna untuk membaca tren beberapa pekan daripada sebagai sinyal harian.
Sektor yang menonjol
Pada Senin, seluruh 11 sektor melemah. Infrastruktur turun paling dalam, 2,47%, disusul energi 2,36% dan teknologi 2,06%, menurut Infobank. Sektor keuangan turun paling sedikit, 0,56%.
Indeks saham unggulan turun lebih tipis. LQ45 melemah 0,89% dan IDX30 0,67%, menurut Infobank. Pada Rabu, sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan 1,72%, meski delapan dari 11 sektor masih melemah. Bloomberg Technoz menyebut saham berkapitalisasi besar dan aksi ambil untung sebagai pemberat utama, menurut Bloomberg Technoz.
Apa artinya bagi investor ritel
Pekan lalu IHSG naik hampir 5%, tetapi investor asing tetap mencatat jual bersih. Artinya, kenaikan banyak ditopang pembeli domestik, sementara dana asing belum kembali. Pola ini perlu diperhatikan karena asing memegang porsi besar di saham bank dan saham berkapitalisasi besar yang paling menggerakkan indeks.
Pekan ini, pasar menimbang dua hal besar: arah suku bunga AS dan perubahan pengawasan di bursa sendiri. Keduanya bisa memicu pergerakan tajam dalam waktu singkat. Pergerakan harian seperti ini lebih tepat dibaca sebagai respons terhadap kabar, bukan perubahan kondisi perusahaan.
Bagi investor jangka panjang, laporan keuangan kuartal III yang mulai terbit tetap menjadi ukuran yang lebih kuat untuk menilai kondisi perusahaan dibanding naik-turunnya indeks dalam sehari.
Risiko yang perlu dipantau
Keputusan The Fed. Arah suku bunga AS memengaruhi arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Rupiah. Rupiah ikut melemah pada Senin, menurut Kompas.com. Pelemahan berlanjut bisa mendorong dana asing keluar.
Arus asing yang belum berbalik. Jual bersih asing yang berlanjut selama beberapa pekan bisa menahan pemulihan saham berkapitalisasi besar.
Volatilitas saham tertentu. Masa transisi aturan pengawasan baru bisa diiringi pergerakan tajam pada saham dengan peredaran tipis.
Agenda pekan ini dan berikutnya
- Rapat The Fed 27-28 Oktober, keputusan Kamis dini hari WIB.
- Tenggat laporan keuangan kuartal III yang tidak diaudit pada akhir Oktober.
- Penetapan UMP 2027 dan harga BBM nonsubsidi November sekitar 1 November.
- Rilis inflasi Oktober dan PDB kuartal III oleh BPS pada awal November.
- Index Review MSCI yang dijadwalkan diumumkan 11 November 2026.
Pekan ini juga merupakan pekan terakhir Oktober, saat sebagian manajer investasi menyusun ulang portofolio menjelang akhir bulan. Faktor teknis seperti ini bisa menambah pergerakan harga yang tidak terkait kinerja perusahaan.
Sebelum pasar dibuka Selasa, catat posisi portofolio Anda dan pastikan dana kebutuhan jangka pendek tidak ikut di saham.



