Emiten di Bursa Efek Indonesia mulai merilis laporan keuangan kuartal III untuk periode yang berakhir 30 September 2026. Di tengah pasar yang bergejolak, laporan ini menjadi salah satu ukuran paling kuat untuk menilai kondisi perusahaan, bukan sekadar pergerakan harga harian.

Kapan laporan keuangan kuartal III terbit

Menurut Peraturan Bursa Nomor I-E, laporan keuangan interim yang tidak diaudit wajib disampaikan paling lambat akhir bulan pertama setelah tanggal laporan. Tahun lalu, untuk periode 30 September 2025, tenggatnya jatuh pada 31 Oktober, dan BEI menjatuhkan peringatan tertulis kepada 75 emiten yang terlambat, menurut Bisnis.com.

Laporan yang ditelaah terbatas atau diaudit akuntan publik punya tenggat lebih panjang. Karena itu, sebagian emiten baru merilis laporan kuartal III pada November atau Desember.

Jadi, pada pekan-pekan ini laporan akan terbit bergelombang. Laporan bisa diunduh di situs BEI. Emiten yang terlambat melapor dan sanksinya kami bahas di emiten telat lapor keuangan.

Lima angka yang perlu dicek

1. Pendapatan. Ini angka penjualan perusahaan. Pendapatan yang naik menunjukkan permintaan atas produk atau jasanya bertambah, atau harga jualnya naik.

2. Laba usaha. Laba dari kegiatan utama perusahaan, sebelum bunga dan pajak. Angka ini menunjukkan apakah bisnis intinya menguntungkan.

3. Laba bersih. Laba setelah semua biaya, bunga, dan pajak. Untuk saham, perhatikan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, karena itulah bagian pemegang saham perusahaan.

4. Arus kas operasi. Uang tunai yang benar-benar masuk dari kegiatan usaha. Perusahaan bisa mencatat laba tetapi kasnya seret, misalnya karena banyak penjualan belum dibayar pelanggan.

5. Utang. Lihat total liabilitas dan utang berbunga dibanding ekuitas. Utang yang naik tajam, terutama utang jangka pendek, bisa menekan perusahaan saat bunga tinggi.

Cara membandingkan dengan periode lalu

Laporan kuartal III biasanya menyajikan angka sembilan bulan, dari Januari sampai September. Bandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun lalu.

Contoh membaca kinerja sembilan bulan (ilustrasi, bukan data emiten)
Pos9 bulan 20259 bulan 2026Perubahan
PendapatanRp1.000 miliarRp1.100 miliar+10%
Laba usahaRp150 miliarRp140 miliar-6,7%
Laba bersihRp100 miliarRp120 miliar+20%

Dalam contoh ini, pendapatan naik dan laba bersih naik 20%, tetapi laba usaha justru turun. Artinya, kenaikan laba bersih kemungkinan berasal dari luar bisnis inti, misalnya keuntungan penjualan aset atau selisih kurs. Bagian catatan atas laporan keuangan biasanya menjelaskan sumbernya.

Untuk menilai mahal atau murahnya saham setelah laporan terbit, gunakan rasio seperti di cara membaca PER dan PBV.

Bagian laporan yang sering terlewat

Laporan keuangan tidak hanya berisi tabel angka. Ada beberapa bagian yang membantu memahami angka utama.

Catatan atas laporan keuangan. Bagian ini menjelaskan rincian pos penting, misalnya sumber pendapatan per segmen, rincian utang, dan transaksi dengan pihak berelasi.

Informasi segmen. Untuk perusahaan dengan beberapa lini usaha, informasi segmen menunjukkan bisnis mana yang tumbuh dan mana yang melemah.

Pihak berelasi. Transaksi dengan perusahaan dalam satu grup perlu dicermati karena harganya belum tentu sama dengan transaksi biasa.

Laporan arus kas. Selain arus kas operasi, perhatikan arus kas investasi dan pendanaan. Perusahaan yang terus berutang untuk membayar dividen, misalnya, perlu dicermati.

Peristiwa setelah periode pelaporan. Kejadian penting setelah 30 September, seperti pinjaman baru atau sengketa, kadang dicantumkan di bagian akhir.

Tanda bahaya dalam laporan keuangan

  • Laba naik karena pos sekali waktu. Keuntungan dari penjualan aset atau revaluasi tidak berulang setiap tahun.
  • Arus kas operasi negatif berulang. Perusahaan yang terus mencatat laba tetapi kas operasinya negatif perlu dicermati.
  • Piutang membengkak. Piutang yang tumbuh jauh lebih cepat dari pendapatan bisa berarti penjualan sulit ditagih.
  • Utang jangka pendek melonjak. Terutama bila kas dan aset lancar tidak cukup menutupnya.
  • Opini atau catatan khusus. Pada laporan yang ditelaah atau diaudit, perhatikan paragraf penekanan dari akuntan publik.
  • Rencana aksi korporasi. Kebutuhan dana besar kadang diikuti penambahan modal. Hal yang perlu dicek ada di rights issue: hal yang dicek investor.

Risiko salah membaca laporan

Mengabaikan perubahan standar atau penyajian kembali. Bila perusahaan menyajikan kembali angka tahun lalu, perbandingan memakai angka lama bisa menyesatkan. Gunakan angka pembanding yang tercantum di laporan terbaru.

Membaca satu kuartal saja. Kinerja satu kuartal bisa dipengaruhi musim atau kejadian khusus. Lihat tren beberapa kuartal.

Fokus pada angka utama saja. Judul berita sering hanya menyebut laba bersih. Pos yang menjelaskan kenapa laba berubah ada di bagian lain laporan.

Mengabaikan konteks industri. Penurunan laba bisa terjadi di seluruh sektor karena faktor yang sama, misalnya harga komoditas atau kurs. Bandingkan kinerja satu emiten dengan pesaing di sektor yang sama sebelum menyimpulkan.

Bereaksi pada hari rilis. Harga saham bisa bergerak tajam setelah laporan terbit, kadang berlawanan dengan isinya karena ekspektasi pasar sudah tercermin lebih dulu.

Menyamakan perusahaan beda sektor. Bank, tambang, dan ritel punya struktur laporan dan ukuran sehat yang berbeda.

Laporan keuangan juga lebih bermakna bila dibaca bersama kondisi pasar. Pada kuartal III 2026, rupiah melemah dan pasar saham bergejolak, sehingga pos selisih kurs dan nilai wajar aset keuangan bisa bergerak besar. Perhatikan apakah perubahan laba berasal dari pos-pos ini atau dari kegiatan usaha.

Mulailah dengan satu emiten yang sahamnya Anda pegang: unduh laporannya, cek lima angka di atas, lalu bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.