Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengganti sebagian besar suspensi saham dengan pembekuan rekening efek yang diduga melanggar. Pembekuan rekening efek ini ditargetkan berlaku awal November 2026, sehingga saham yang sedang diperiksa tetap bisa diperdagangkan oleh investor lain.
Isi perubahan pengawasan BEI
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengumumkan perubahan ini dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BEI memilih tidak menghentikan perdagangan saham, melainkan membekukan rekening tertentu yang diduga melanggar, menurut Kontan.
Menurut Suara.com, ada beberapa perubahan sekaligus:
- Pembekuan rekening tertentu. Selama investigasi, BEI dapat membatasi atau membekukan rekening efek yang diduga terlibat kejahatan atau manipulasi pasar.
- Pengumuman investigasi. BEI akan mengumumkan dimulainya investigasi atas pergerakan harga tidak wajar.
- Audit anggota bursa. BEI akan memeriksa perusahaan sekuritas dan transaksi yang melewati mereka.
- Keterbukaan kepemilikan. Batas kewajiban membuka kepemilikan saham turun dari di atas 5% menjadi di atas 1%, dengan kategori pemegang saham diperluas dari 9 menjadi 39.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyebut tujuannya memberi efek jera kepada pelanggar dan membangun pasar yang kredibel tanpa merugikan investor yang jujur, menurut Suara.com.
Kenapa suspensi diganti pembekuan rekening efek
"Banyak masukan kepada kami bahwa tindakan suspensi atas perdagangan saham itu mengganggu likuiditas di pasar," kata Jeffrey, seperti dikutip Suara.com.
Masalahnya selama ini, suspensi menghentikan perdagangan untuk semua pemegang saham, termasuk investor ritel yang tidak terlibat apa pun. Dana mereka tertahan, sementara pihak yang diduga menggoreng saham sering kali sudah keluar lebih dulu. Dampaknya kami uraikan di saham kena UMA atau disuspensi.
Dengan pembekuan rekening, sasaran tindakan lebih spesifik. Investor lain tetap bisa membeli atau menjual, sementara rekening yang diduga terlibat dibatasi.
Bagaimana pengumuman investigasi bekerja
BEI akan memakai teknologi pengawasan untuk mendeteksi indikasi awal manipulasi, lalu menerbitkan laporan dimulainya investigasi, menurut Suara.com.
Sebagai gambaran, Jeffrey mencontohkan pengumuman yang menyebut nama saham, periode transaksi yang diperiksa, jumlah pihak yang terlibat, dan anggota bursa yang dipakai. Contoh angka yang ia sebut bersifat ilustrasi.
Bagi investor, pengumuman seperti ini menjadi sinyal penting. Membeli saham yang sedang diinvestigasi berarti masuk ke situasi yang belum jelas ujungnya.
Siapa yang bisa terkena
Sasaran utamanya adalah rekening yang diduga dipakai untuk manipulasi harga, misalnya transaksi semu antarrekening atau penggerakan harga secara terkoordinasi. Pola semacam ini sering terkait saham dengan peredaran tipis, seperti dibahas di ciri saham gorengan.
Investor ritel biasa yang membeli dan menjual atas keputusannya sendiri semestinya tidak menjadi sasaran. Namun, rekening yang dipinjamkan atau dikendalikan orang lain bisa ikut terseret, karena dari luar rekening itu tercatat atas nama pemiliknya.
Kasus terbaru menunjukkan otoritas makin serius menindak manipulasi, seperti denda besar yang kami bahas di denda OJK kasus DSSA, BREN, dan CUAN.
Apa yang belum jelas
- Kriteria pembekuan. Belum ada rincian soal ambang atau bukti apa yang dipakai untuk membekukan rekening.
- Lama pembekuan. Belum dijelaskan berapa lama rekening bisa dibekukan selama investigasi.
- Hak keberatan. Belum ada informasi soal mekanisme bagi pemilik rekening yang merasa tidak bersalah.
- Dasar hukum. Hingga 26 Oktober, teks aturan resminya belum dipublikasikan, dan angka ambang keterbukaan 1% baru disebut eksplisit di sebagian pemberitaan.
Tanggal mulai juga masih berupa target. BEI menyebut akan lebih dulu menyosialisasikan mekanisme ini kepada anggota bursa.
Risiko dan yang perlu dilakukan investor ritel
Jangan meminjamkan rekening. Rekening efek yang dipakai orang lain bisa ikut dibekukan, dan pemiliknya bisa terseret pemeriksaan.
Perhatikan pengumuman investigasi. Saham yang masuk daftar investigasi berisiko bergerak liar. Membeli karena harga sedang naik tajam bisa berarti membeli dari pihak yang sedang diperiksa.
Cek kepemilikan langsung. Investor bisa mencocokkan isi rekening efek di aplikasi sekuritas dengan data di lembaga penyimpanan agar tahu tidak ada transaksi yang tidak dikenal.
Pahami konteks reformasi. Perubahan ini berjalan bersama rencana mengeluarkan saham berkonsentrasi tinggi dari perhitungan IHSG, yang kami bahas di 80 saham HSC dikeluarkan dari IHSG.
Bagi investor jangka panjang, perubahan ini pada dasarnya kabar baik: risiko dana tertahan karena suspensi berkurang. Namun selama aturan rincinya belum terbit, kewaspadaan terhadap saham yang bergerak tanpa dasar kinerja tetap menjadi pelindung terbaik.



