Sejumlah emiten membayar dividen interim pada akhir Oktober 2026, mulai dari Astra Otoparts pada 26 Oktober hingga Astra International pada 30 Oktober. Bagi investor pemula, istilah seperti cum date dan ex date sering membingungkan, padahal menentukan siapa yang berhak menerima dividen.
Apa itu dividen interim
Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen interim dibagikan dari laba tahun berjalan, sebelum tahun buku berakhir.
Misalnya, Astra International membagikan dividen interim Rp98 per saham untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2026, menurut BCA Sekuritas. Artinya, laba yang dibagikan belum mencakup kinerja setahun penuh.
Dividen interim biasanya diputuskan direksi dengan persetujuan dewan komisaris, sesuai anggaran dasar perusahaan. Sementara itu, dividen final diputuskan dalam RUPS tahunan setelah laporan keuangan setahun diaudit.
Urutan tanggal dividen
Setiap pembagian dividen punya beberapa tanggal penting. Urutannya selalu sama.
- Cum date. Hari terakhir membeli saham di pasar reguler agar berhak atas dividen.
- Ex date. Hari pertama saham diperdagangkan tanpa hak dividen. Pembeli pada hari ini tidak mendapat dividen.
- Recording date. Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak, biasanya dua hari bursa setelah cum date karena penyelesaian transaksi butuh waktu.
- Tanggal pembayaran. Hari dividen dibayarkan ke rekening dana nasabah di sekuritas.
Ada juga cum date dan ex date untuk pasar tunai, yang jatuh sedikit lebih lambat. Bagi investor ritel yang bertransaksi lewat aplikasi, yang paling relevan adalah tanggal pasar reguler.
Contoh jadwal dividen interim Oktober
| Emiten | Dividen per saham | Cum date reguler | Ex date reguler | Pembayaran |
|---|---|---|---|---|
| ASII | Rp98 | 12 Oktober | 13 Oktober | 30 Oktober |
| AUTO | Rp72,52 | 13 Oktober | 14 Oktober | 26 Oktober |
| AMRT | Rp14,5 | 13 Oktober | 14 Oktober | 27 Oktober |
Untuk ASII, recording date jatuh pada 14 Oktober 2026, sedangkan cum date pasar tunai 14 Oktober dan ex date pasar tunai 15 Oktober, menurut BCA Sekuritas. Jadwal emiten lain bisa dilihat di kalender aksi korporasi, misalnya yang dihimpun Ajaib, dan dicocokkan dengan keterbukaan informasi di situs BEI.
Katadata mencatat satu emiten yang membagikan dividen sahamnya sedang disuspensi karena belum memenuhi syarat *free float*. Ini mengingatkan bahwa jadwal dividen perlu dibaca bersama status perdagangan saham. Arti suspensi ada di saham kena UMA atau disuspensi.
Contoh hitungan dividen
Bayangkan Anda memegang 10 lot saham ASII, atau 1.000 lembar, pada cum date. Dengan dividen Rp98 per saham, dividen kotornya Rp98.000.
Dividen yang Anda terima di rekening dana bisa berbeda dari angka kotor, tergantung perlakuan pajak yang berlaku bagi Anda. Contoh ini ilustrasi hitungan, bukan ajakan membeli saham tertentu.
Dividen interim dan dividen final
Pembagian interim dan final bisa terjadi pada tahun buku yang sama. Perusahaan yang sudah membagikan dividen pada Oktober bisa kembali membagikan dividen final setelah RUPS tahun berikutnya, dengan memperhitungkan pembagian yang sudah dibayar.
Karena itu, saat membaca total dividen setahun, jumlahkan keduanya. Imbal hasil dividen, yaitu total dividen dibagi harga saham, lebih tepat dihitung dari dividen setahun penuh, bukan dari satu kali pembagian.
Polanya juga berbeda antarperusahaan. Sebagian emiten rutin membagikan dividen sebelum tahun buku berakhir, sebagian lain hanya membagikan dividen final. Riwayat pembagian dividen beberapa tahun terakhir membantu melihat konsistensinya.
Pajak dan cara dividen diterima
Untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri, dividen dari perusahaan dalam negeri dapat dibebaskan dari pajak penghasilan bila diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan dan jangka waktu yang diatur. Bila tidak memenuhi ketentuan itu, dikenakan pajak penghasilan final. Rinciannya sebaiknya dicek ke aturan perpajakan terbaru atau konsultan pajak.
Dividen dibayar ke rekening dana nasabah (RDN) yang terhubung dengan akun sekuritas, tanpa perlu diklaim. Cek riwayat mutasi RDN pada tanggal pembayaran untuk memastikan dana sudah masuk.
Risiko mengejar dividen
Harga turun di ex date. Harga saham umumnya menyesuaikan turun kira-kira sebesar dividen pada ex date. Membeli pada cum date hanya demi dividen bisa impas, atau bahkan rugi bila harga turun lebih dalam.
Bukan jaminan. Besarnya dividen semacam ini bisa berubah dari tahun ke tahun, dan perusahaan bisa tidak membagikannya bila kinerja melemah. Kinerja terbaru bisa dibaca di laporan keuangan kuartal III.
Imbal hasil dividen yang menipu. Imbal hasil dividen tinggi bisa terjadi karena harga saham sudah jatuh. Periksa penyebabnya dan valuasi saham, misalnya lewat PER dan PBV.
Melupakan aksi korporasi lain. Dividen kadang berdekatan dengan aksi lain seperti *rights issue* yang bisa mengubah porsi kepemilikan, seperti dibahas di rights issue: hal yang dicek investor.
Bila Anda baru membeli setelah ex date
Investor yang membeli saham setelah ex date tidak mendapat dividen kali ini, tetapi juga membeli di harga yang sudah menyesuaikan. Jadi tidak ada yang "terlewat" secara nilai, selama alasan membeli saham itu memang karena prospek perusahaan.
Bila tujuan Anda arus kas rutin dari dividen, catat pola pembagian emiten setiap tahun, termasuk bulan pengumuman dan pembayarannya, agar bisa merencanakan lebih awal.
Yang perlu dicek sebelum tanggal dividen
- Pengumuman resmi di situs BEI atau situs perusahaan, termasuk besaran dan seluruh tanggalnya.
- Status perdagangan saham, misalnya apakah sedang disuspensi.
- Kinerja terakhir dan kemampuan perusahaan mempertahankan dividen.
- Biaya transaksi beli dan jual, yang bisa memakan sebagian dividen bila Anda hanya memegang saham sebentar.
Bagi investor jangka panjang, dividen lebih tepat dilihat sebagai bagian dari imbal hasil total, bersama kenaikan nilai perusahaan, bukan alasan tunggal membeli saham menjelang cum date.



