Usaha yang memakai tepung terigu, kedelai, susu bubuk, atau suku cadang impor mulai merasakan efek kurs. Dengan rupiah ditutup Rp18.027 per dolar AS pada 16 Oktober 2026, harga bahan baku impor berpotensi naik dalam beberapa pekan ke depan, seiring pemasok memperbarui daftar harganya.

Bahan baku impor yang terpengaruh kurs

Bahan yang langsung diimpor jelas terpengaruh. Namun, banyak bahan yang dibeli di pasar lokal juga berasal dari impor atau dibuat dari bahan impor, sehingga harganya ikut bergerak meski dengan jeda.

Menurut Bisnis.com, pelemahan rupiah menjadi ancaman bagi harga pangan yang bergantung pada impor. Contohnya gandum untuk tepung terigu, kedelai untuk tahu dan tempe, gula, bawang putih, dan bahan susu. Di luar pangan, kemasan plastik, bahan kimia, kain, dan komponen elektronik juga banyak memakai bahan impor.

Pengusaha sudah memberi sinyal kenaikan harga barang pada Oktober-Desember 2026, menurut Bisnis.com. Pelemahan rupiah pekan ini bisa menambah tekanan itu.

Efeknya tidak selalu langsung. Pemasok yang masih punya stok lama mungkin menahan harga beberapa pekan, lalu menaikkannya sekaligus saat stok baru datang dengan kurs yang lebih mahal. Karena itu, jangan menunggu sampai kenaikan terasa sebelum mulai bersiap.

Langkah pertama: daftar semua bahan Anda, lalu tandai mana yang impor langsung, mana yang berbahan impor, dan mana yang sepenuhnya lokal.

Mengatur jadwal dan jumlah pembelian

Untuk bahan yang pasti dipakai dan tahan lama, membeli untuk kebutuhan beberapa minggu ke depan bisa mengunci harga sebelum pemasok menaikkannya. Kuncinya secukupnya, bukan menimbun.

Hitung batasnya dengan tiga pertanyaan: berapa lama bahan bisa disimpan tanpa rusak, berapa modal yang tersedia tanpa mengganggu gaji dan sewa, dan apakah tempat penyimpanannya memadai. Bahan yang cepat rusak tetap dibeli seperti biasa.

Catat juga harga setiap pembelian. Catatan ini menjadi dasar saat menghitung ulang harga jual dan saat bernegosiasi dengan pemasok.

Mengelola stok dengan tertib

Bila menambah stok, kelola dengan prinsip masuk pertama keluar pertama: bahan yang dibeli lebih dulu dipakai lebih dulu. Tandai tanggal pembelian di setiap karung atau kemasan, dan simpan di tempat kering yang terlindung dari hama.

Lakukan hitung stok sederhana setiap pekan. Catat jumlah yang tersisa, jumlah yang terpakai, dan perkiraan kapan harus membeli lagi. Catatan ini membantu Anda tahu berapa lama stok cukup tanpa harus membeli dalam jumlah berlebihan.

Stok yang tertib juga mengurangi bahan terbuang. Saat harga bahan naik, mengurangi bahan yang rusak atau kedaluwarsa sama pentingnya dengan mendapat harga beli yang lebih murah.

Negosiasi dengan pemasok

Hubungan baik dengan pemasok sangat berharga saat harga bergejolak. Beberapa hal yang bisa dibicarakan:

  • Harga tetap untuk periode tertentu, misalnya satu bulan, dengan komitmen jumlah pembelian.
  • Pemberitahuan lebih awal sebelum harga naik, agar Anda sempat menyesuaikan.
  • Termin pembayaran yang lebih longgar bila pembelian dalam jumlah besar.
  • Pembelian bersama dengan pelaku usaha sejenis untuk mendapat harga grosir.

Jangan bergantung pada satu pemasok saja. Punya dua atau tiga pilihan membantu membandingkan harga dan menjaga pasokan.

Mencari substitusi lokal

Sebagian bahan impor punya pengganti lokal, misalnya tepung dari singkong atau beras untuk sebagian produk, gula aren, atau bahan kemasan buatan dalam negeri. Uji pengganti dalam jumlah kecil lebih dulu, karena rasa, tekstur, atau daya tahan produk bisa berubah.

Bila mengganti bahan, beri tahu pelanggan secara jujur, terutama bila memengaruhi rasa atau kandungan. Untuk produk bersertifikat halal, pastikan bahan pengganti juga memenuhi ketentuan.

Contoh perhitungan (angka ilustrasi)

Sebuah usaha roti memakai bahan yang terpengaruh kurs senilai Rp6 juta per bulan dari total biaya bahan Rp10 juta.

Contoh dampak kenaikan bahan baku impor pada biaya per produk (angka ilustrasi)
KeteranganSebelumBahan impor naik 8%
Biaya bahan terpengaruh kursRp6 jutaRp6,48 juta
Biaya bahan lokalRp4 jutaRp4 juta
Total biaya bahan per bulanRp10 jutaRp10,48 juta
Produksi per bulan4.000 roti4.000 roti
Biaya bahan per rotiRp2.500Rp2.620

Kenaikan 8% pada bahan impor menambah biaya bahan per roti sekitar Rp120, atau 4,8%. Bila harga jual Rp5.000 dan tidak diubah, margin bahan turun dari Rp2.500 menjadi Rp2.380 per roti. Cara menyesuaikan harga jual tanpa kehilangan pelanggan kami bahas dalam cara menaikkan harga jual UMKM.

Memantau kurs dan harga tanpa repot

Anda tidak perlu memantau kurs setiap jam. Cukup cek sekali sepekan, misalnya setiap Senin, lalu catat dalam tabel sederhana bersama harga bahan dari pemasok.

Bila kurs dan harga bahan bergerak naik beberapa pekan berturut-turut, itu tanda untuk menghitung ulang harga jual. Bila keduanya stabil, Anda bisa menahan harga lebih lama dan menjaga pelanggan.

Ikuti juga kabar soal kebijakan suku bunga Bank Indonesia, karena keputusan itu ikut memengaruhi arah rupiah dan biaya pinjaman usaha.

Kesalahan yang perlu dihindari

  • Menimbun berlebihan. Modal tertahan di gudang, dan bila harga turun lagi, Anda rugi dua kali.
  • Menunggu terlalu lama untuk menghitung ulang. Harga jual yang tidak diperbarui pelan-pelan menggerus laba tanpa terasa.
  • Menaikkan harga besar sekaligus. Kenaikan bertahap dengan penjelasan lebih mudah diterima pelanggan.
  • Menambah utang tanpa hitungan. Bila butuh modal kerja tambahan, bandingkan pilihan seperti KUR bunga flat atau KUR syariah, dan pastikan cicilannya tertutup arus kas.
  • Mengganti bahan diam-diam. Perubahan kualitas yang tidak dijelaskan bisa merusak kepercayaan pelanggan.

Penjelasan lebih luas soal penyebab pelemahan rupiah dan dampaknya ke harga barang ada di rupiah melemah.

Kenaikan biaya bahan tidak selalu harus ditanggung sendirian atau dibebankan seluruhnya kepada pelanggan. Kombinasi kecil dari beberapa langkah di atas, seperti negosiasi, stok yang lebih tertib, dan penyesuaian harga bertahap, biasanya lebih aman daripada satu langkah besar.

Pekan ini, tandai bahan impor di daftar belanja Anda dan minta pemasok utama mengonfirmasi harga untuk bulan depan.