Saham seharga Rp1.000 saat ini paling dalam bisa turun ke sekitar Rp850 dalam sehari. Mulai 1 Januari 2027, batas itu melebar ke sekitar Rp750, karena Bursa Efek Indonesia mengembalikan aturan ARB simetris.
Apa itu ARA dan ARB
ARA atau *auto rejection* atas adalah batas kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan. ARB atau *auto rejection* bawah adalah batas penurunannya. Order beli atau jual dengan harga di luar batas itu otomatis ditolak sistem bursa.
Batas ini dihitung dari harga acuan, biasanya harga penutupan hari sebelumnya, dan berbeda menurut kelompok harga saham. Saham yang lebih murah diberi ruang gerak persentase yang lebih besar. Tujuannya meredam pergerakan ekstrem dalam sehari agar investor punya waktu mencerna informasi.
Saat harga menyentuh ARA, antrean beli menumpuk di harga tertinggi. Saat menyentuh ARB, antrean jual menumpuk di harga terendah, dan pemegang saham sering kesulitan menjual.
Yang berubah sejak 28 September 2026
BEI menurunkan harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 di pasar reguler dan pasar tunai mulai 28 September 2026, menurut Bisnis.com. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026, yang juga mencabut aturan ARB April 2025.
Untuk saham seharga Rp1 sampai Rp10, ARA dan ARB ditetapkan Rp1, bukan persentase. Untuk saham di atas Rp10, ARB masih 15% selama masa transisi sampai 31 Desember 2026.
ARB simetris mulai 1 Januari 2027
Mulai 1 Januari 2027, batas ARB kembali sama dengan ARA di setiap kelompok harga, menurut Katadata dan Fortune IDN.
| Harga saham | ARA | ARB hingga 31 Desember 2026 | ARB mulai 1 Januari 2027 |
|---|---|---|---|
| Rp1-Rp10 | Rp1 | Rp1 | Rp1 |
| Di atas Rp10 hingga Rp200 | 35% | 15% | 35% |
| Di atas Rp200 hingga Rp5.000 | 25% | 15% | 25% |
| Di atas Rp5.000 | 20% | 15% | 20% |
Batas ARB 15% untuk semua saham berlaku sejak April 2025, ketika BEI mengubah aturan di tengah gejolak pasar. Sejumlah analis menilai kembalinya ARB simetris sebagai normalisasi kebijakan.
Contoh pergerakan harga (angka ilustrasi)
Harga dalam contoh ini dibulatkan, karena harga saham sebenarnya mengikuti fraksi harga atau kelipatan tertentu.
| Harga acuan | Batas atas | Batas bawah 2026 | Batas bawah 2027 |
|---|---|---|---|
| Rp150 | ±Rp202 (+35%) | ±Rp128 (-15%) | ±Rp98 (-35%) |
| Rp1.000 | Rp1.250 (+25%) | Rp850 (-15%) | Rp750 (-25%) |
| Rp8.000 | Rp9.600 (+20%) | Rp6.800 (-15%) | Rp6.400 (-20%) |
Untuk saham seharga Rp8, batas Rp1 berarti harga hanya bisa bergerak ke Rp7 atau Rp9 dalam sehari, atau sekitar 12,5%. Untuk saham Rp2, perubahan Rp1 sama dengan 50%.
Contoh skenario investor (angka ilustrasi)
Seorang investor memegang 10.000 lembar saham seharga Rp150, atau senilai Rp1,5 juta. Pada suatu hari ada kabar buruk dan harga langsung menyentuh batas bawah.
| Aturan | Harga terendah sehari | Nilai portofolio | Kerugian maksimal sehari |
|---|---|---|---|
| ARB 15% (hingga akhir 2026) | ±Rp128 | ±Rp1.280.000 | ±Rp220.000 |
| ARB 35% (mulai 2027) | ±Rp98 | ±Rp980.000 | ±Rp520.000 |
Dengan aturan 2027, kerugian maksimal sehari untuk posisi yang sama lebih dari dua kali lipat. Di sisi lain, dengan ARB 15%, harga bisa tertahan di batas bawah beberapa hari berturut-turut, sehingga investor sulit keluar dan kerugian akhirnya tetap bisa besar.
Yang tidak berubah
Batas ARA per kelompok harga tetap sama: 35% untuk saham di atas Rp10 hingga Rp200, 25% untuk di atas Rp200 hingga Rp5.000, dan 20% untuk di atas Rp5.000. Yang berubah hanya sisi bawahnya, agar kembali setara dengan sisi atas.
Aturan ini juga tidak mengubah hak investor atas dividen, aksi korporasi, atau kewajiban emiten menyampaikan keterbukaan informasi. Cara kerja hak memesan efek terlebih dahulu, misalnya, tetap seperti yang kami jelaskan di rights issue.
Risiko bagi investor ritel
Penurunan harian bisa lebih dalam. Mulai 2027, saham berharga rendah bisa turun hingga 35% dalam satu hari. Investor yang memakai dana pinjaman atau fasilitas margin paling rentan.
Saham berharga sangat rendah lebih bergejolak. Dengan harga minimum Rp1, perubahan Rp1 bisa berarti puluhan persen. Saham seperti ini biasanya likuiditasnya tipis dan sulit dijual saat dibutuhkan.
Antrean di batas harga bisa menyesatkan. Antrean beli besar di ARA atau antrean jual di ARB sering memancing keputusan tergesa-gesa. Antrean bisa berubah dengan cepat dan tidak selalu mencerminkan nilai perusahaan.
Penurunan beruntun tetap mungkin. ARB yang lebih lebar membuat harga lebih cepat mencapai keseimbangan, tetapi tidak menjamin penurunan berhenti dalam satu hari.
Pekan ini menunjukkan betapa cepatnya pasar bisa bergerak. IHSG turun 3,77% dalam empat hari, seperti yang kami rangkum di Bursa Sepekan.
Cara menyikapi aturan baru
Kenali kelompok harga saham yang Anda miliki, lalu hitung batas bawahnya di bawah aturan 2027. Angka ini membantu memperkirakan kerugian terburuk dalam sehari.
Bila memakai fasilitas margin dari perusahaan sekuritas, pelajari ketentuan tambahan jaminannya. Penurunan harian yang lebih dalam bisa memicu permintaan tambahan dana atau penjualan paksa lebih cepat daripada sebelumnya.
Sesuaikan ukuran posisi. Bila penurunan 25-35% dalam sehari akan mengganggu keuangan Anda, porsi saham itu mungkin terlalu besar.
Hindari membeli saham berharga sangat rendah hanya karena harganya terlihat murah atau karena ramai dibicarakan di media sosial. Harga Rp5 tidak lebih murah daripada Rp5.000 bila nilai perusahaannya sama-sama turun. Rasio seperti PER dan PBV lebih berguna untuk menilai harga relatif.
Isu pasar lain yang memengaruhi volatilitas harga saham sepanjang sisa tahun ini, seperti evaluasi MSCI, juga patut dipantau menjelang akhir tahun.
Buka daftar saham Anda hari ini, tandai yang berharga di bawah Rp200, dan hitung berapa kerugian maksimal sehari bila harganya menyentuh ARB 35% setelah 1 Januari 2027.



